Dari pendataan sekolah sampai tindak lanjut rujukan — semua tahapan dirancang agar bisa dikerjakan kader langsung dari ponsel atau komputer sekolah.
Kader mendaftarkan sekolah binaan dan mencatat identitas siswa (nama, kelas, NIK, desa, alamat) sekali saja — data ini dipakai berulang di setiap periode skrining berikutnya.
Tensi, tinggi & berat badan, gejala 5L (lemah, letih, lesu, lalai, lelah), serta pemeriksaan fisik (konjungtiva, telapak tangan, bibir, kuku, CRT) dicatat dalam satu formulir terstruktur.
Kategori anemia (tidak ada / ringan / berat) dan saran tindak lanjut — pemantauan, pemberian TTD, atau rujukan prioritas — muncul otomatis begitu formulir dilengkapi, dan tetap bisa disesuaikan kader.
Admin puskesmas memantau cakupan skrining per sekolah dan per desa dari satu dasbor, serta mengunduh laporan siap-bagi dalam format PDF atau Excel kapan saja.
Kader memilih sekolah binaannya dan melihat daftar siswa yang sudah terdata.
Nama, kelas, no absen, tanggal lahir, NIK, dan alamat dicatat sekali, dipakai berulang.
Tensi, TB/BB, gejala 5L, dan pemeriksaan fisik — kategori anemia dan saran rujukan langsung terlihat.