Riskesdas 2018 mencatat sekitar 3 dari 10 remaja putri Indonesia mengalami anemia. Anemia yang tidak terdeteksi berdampak pada konsentrasi belajar, tumbuh kembang, hingga risiko saat kehamilan di kemudian hari. Genemia dibangun agar skrining di sekolah tidak lagi berhenti di catatan kertas kader.
Sebelumnya, hasil skrining kader tersebar di catatan kertas masing-masing sekolah dan sulit direkap puskesmas secara berkala. Genemia menyatukan proses pendataan sekolah, identitas siswa, hasil skrining, hingga rekap wilayah dalam satu alur digital.
Program "Geneng Anti Anemia" adalah inisiatif Puskesmas Geneng untuk mempercepat deteksi dini anemia pada remaja putri di seluruh sekolah binaan wilayah Geneng dan sekitarnya, sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan reproduksi remaja.
Pelajari tahapan skrining dari pendataan sekolah sampai tindak lanjut rujukan.
Lihat Layanan