Tentang kami

Genemia — upaya Puskesmas Geneng melawan anemia remaja putri

Riskesdas 2018 mencatat sekitar 3 dari 10 remaja putri Indonesia mengalami anemia. Anemia yang tidak terdeteksi berdampak pada konsentrasi belajar, tumbuh kembang, hingga risiko saat kehamilan di kemudian hari. Genemia dibangun agar skrining di sekolah tidak lagi berhenti di catatan kertas kader.

13 Sekolah binaan
58 Siswa terdata
53 Sudah diskrining
91% Cakupan skrining
Mengapa dibuat

Dari catatan kertas kader, ke satu data terpadu

Sebelumnya, hasil skrining kader tersebar di catatan kertas masing-masing sekolah dan sulit direkap puskesmas secara berkala. Genemia menyatukan proses pendataan sekolah, identitas siswa, hasil skrining, hingga rekap wilayah dalam satu alur digital.

  • Skrining berbasis gejala 5L dan pemeriksaan fisik — mengikuti panduan yang biasa dipakai kader di lapangan.
  • Kategori anemia otomatis — kader tetap bisa menyesuaikan penilaian akhir.
  • Rekap wilayah real-time untuk puskesmas, tanpa merekap manual dari sekolah satu per satu.

Puskesmas Geneng

Program "Geneng Anti Anemia" adalah inisiatif Puskesmas Geneng untuk mempercepat deteksi dini anemia pada remaja putri di seluruh sekolah binaan wilayah Geneng dan sekitarnya, sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan reproduksi remaja.

Ingin melihat alurnya lebih detail?

Pelajari tahapan skrining dari pendataan sekolah sampai tindak lanjut rujukan.

Lihat Layanan