Halo Sobat Putri! Yuk cek status anemia kamu di E-Kartu πŸ‘‰
Digitalisasi Skrining Anemia Remaja Putri Kabupaten Ngawi

Gerakan Ngawi Anti Anemia
Dari Data Remaja Putri ke Satu Data Terpadu

Kader mencatat sekolah dan identitas siswa, lalu mengisi hasil pemeriksaan dalam satu alur yang sama. Status anemia langsung terlihat, dan puskesmas dapat memantau seluruh sekolah binaan dari satu dasbor terpadu.

Data pada kartu di samping berasal dari data yang sudah tersimpan di sistem β€” masukkan NIK siswa untuk mencoba.
E-Kartu Anemia

Masukkan NIK untuk melihat E-Kartu Anemia dan hasil skrining.

53 Siswa Diskrining
dari 58 siswa terdata
91% Cakupan
seluruh sekolah binaan
Kenapa Genemia

Skrining anemia, dibuat menarik & jelas

Fakta

3 dari 10 remaja putri Indonesia mengalami anemia

Riskesdas 2018 mencatat prevalensi anemia pada remaja putri mencapai 32%. Skrining rutin di sekolah membantu menemukan kasus lebih awal, sebelum berdampak ke tumbuh kembang.

Alur kerja

Satu alur, dari sekolah sampai puskesmas

Kader mencatat sekolah dan identitas siswa, lalu mengisi hasil skrining. Data langsung terekap dan siap dipantau β€” tanpa catatan kertas berpindah tangan.

Deteksi otomatis

Status anemia langsung terlihat

Begitu gejala 5L dan pemeriksaan fisik dilengkapi, sistem langsung menampilkan kategori anemia dan saran rujukan β€” kader tetap bisa menyesuaikan.

Untuk puskesmas

Rekap dan cakupan semua sekolah

Admin puskesmas melihat cakupan skrining tiap sekolah dan wilayah dalam satu dasbor β€” tanpa merekap manual dari catatan kader satu per satu.

Cara kerja

Tiga langkah dari sekolah ke data terpadu

01

Pilih sekolah

Kader memilih sekolah binaannya dan melihat daftar siswa yang sudah terdata.

02

Catat identitas siswa

Nama, kelas, no absen, tanggal lahir, NIK, dan alamat dicatat sekali, dipakai berulang.

03

Isi hasil skrining

Tensi, TB/BB, gejala 5L, dan pemeriksaan fisik β€” kategori anemia dan saran rujukan langsung terlihat.